top of page

Full Agenda

11:45 – 13:00 WIB

Diplomacy Clinic Room

Session D1

From Bold Promises to Robust Policies: Updates on President Prabowo's Clean Energy Transition Pledge and Climate Diplomacy

Over the past year, Indonesia has entered a new phase marked by the emergence of an ambitious set of climate and energy transition targets. President Prabowo Subianto has conveyed his commitment to achieving 100% renewable energy within the next decade, phasing out coal-fired power plants by 2040, and driving the massive development of 100 GW of solar energy. He has also affirmed his belief that Indonesia is capable of reaching net-zero emissions by 2050. This series of statements represents a highly positive policy signal and establishes an important foundation for the direction of the national energy transition—a momentum that must be welcomed with optimism as well as a well-prepared implementation strategy.

However, all of this is unfolding amid a changing global landscape: rising great-power rivalries, global economic pressures, weakening multilateralism, and the lack of enthusiasm and commitment toward collective agendas such as combating climate change and achieving the 2030 SDGs. This complexity presents challenges but also opportunities for Indonesia to emerge as a leader—both as a climate leader and an energy transition leader. This session will explore how President Prabowo’s commitments can be translated into credible and executable policies, while also leveraging geopolitical momentum to strengthen Indonesia’s position as a key actor in the global climate and energy architecture.

Dalam satu tahun terakhir, Indonesia memasuki fase baru yang ditandai dengan munculnya serangkaian target iklim dan transisi energi yang ambisius. Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan komitmen untuk mencapai 100% energi terbarukan dalam dekade mendatang, melakukan phase-out PLTU batubara pada 2040, serta mendorong pembangunan 100 GW energi surya secara masif. Beliau juga menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mencapai net-zero emission pada tahun 2050. Rangkaian pernyataan ini merupakan sinyal kebijakan yang sangat positif dan menjadi pondasi penting bagi arah transisi energi nasional—sebuah momentum yang perlu disambut dengan optimisme sekaligus strategi pelaksanaan yang matang.

Namun, semua ini berlangsung di tengah tatanan dunia yang sedang berubah: meningkatnya rivalitas kekuatan besar, tekanan ekonomi global, melemahnya multilateralisme, serta kurangnya semangat dan komitmen terhadap agenda-agenda kolektif seperti penanggulangan perubahan iklim dan pencapaian SDGs 2030. Kompleksitas ini menghadirkan tantangan, tetapi juga peluang bagi Indonesia untuk tampil sebagai pemimpin—baik sebagai climate leader maupun energy transition leader. Sesi ini akan menggali bagaimana komitmen Presiden Prabowo dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang kredibel dan dapat dieksekusi, sekaligus memanfaatkan momentum geopolitik untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor kunci dalam arsitektur iklim dan energi global.

Speakers

Moderator

bottom of page